Mengapa Sih Kita Butuh Public Speaking?

Pada awal
presentasi, kak octian menjelaskan bahwa untuk sukses di dunia kerja, dunia akademisi
dan dalam hal apapun, seseorang harus memiliki 3 kemampuan dasar yaitu : Knowledge,
Skill, dan Attitude. Pengetahuan bisa ditingkatkan dengan membaca dan belajar,
kemapuan bisa ditingkatakan dengan mengikuti pelatihan dan kelas online, lalu
bagaimana dengan attitude?
Attitude tidak terlepas dari komunikasi, ketika kita mengirim dokumen kepada dosen atau atasan
dalam suatu perusahaan, secara attitude kita tidak boleh mengirim berkas atau dokumen
secara langsung tanpa adanya pengantar, setiap orang memerlukan komunikasi
untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan.
Pertanyaannya, Dapatkah
semua orang menjadi pembicara yang baik?
Jawabannya, SANGAT
BISA !!
Kak octian
berbicara tentang mimpi, apapun mimpi kita, kita harus realistic dalam menggapainya,
Seperti seorang Andy F Noya seorang introvert dan lulusan sekolah Teknik, mampu
menjadi salah satu pembicara ternama di Indonesia
Hal pertama yang
harus dilakukan bagi kalian yang ingin menjadi seorang pembicara yang baik
adalah, good looking, kalian harus meperbaiki penampilan agar terlihat menarik,
good looking tidak harus cantik atau ganteng,tapi harus enak dilihat. Hal kedua
yang dilakukan adalah kita harus siap. Materi yang ingin dibicarakan harus
siap, kita juga harus mengerti apa yang dibicarakan, kita juga harus punya data
yang perlu di persiapkan selama menjadi pembicara. Bahkan ketika gugup, kita juga
harus siap.
Hal yang wajar
ketika seorang pembicara gugup ketika atau sebelum acara berlangsung. Justru hal
yang tidak wajar ketika kita sebagai pembicara tidak pernah gugup dalam menghadapi peserta, karna jika kita
tidak gugup artinya kita meremehkan peserta, menganggap enteng dan menganggap
kita orang yang sempurna melebihi orang lain. Itu tidak baik. Bahkan sekelas VJ
Daniel atau bahkan Adele akan pernah merasa gugup. Lalu bagaimana solusi
mengatasi kegugupan? Cara mengatasinya adalah harus siap “gugup yang siap” setiap
pembicara berbeda beda. Beberapa contoh, seperti VJ Daniel, ketika dia gugup
dia akan mengatasinya dengan bercanda Bersama para juri di panggung, bagi VJ
Daniel bercanda dapat menurunkan tingkat kegugupan yang dirasakannya di panggung,
begitu juga adele, untuk mengatasi rasa gugupnya adele akan mengajak penonton bernyanyi
bersama, dan kak octian pun pura cara tersendiri mempersiapkan kegugupannya, yaitu
dengan cara menanyakan kabar peserta, biasanya “gugup yang siap“ tidak
berlangsung lama, beda halnya dengan gugup yang tidak siap. Gugup yang tidak
siap akan berlangsung hampir selama acara berlangsung
Kunci public
speaking yang baik hanya 2 hal yaitu : pesan tersampaikan dan lawan bicara
nyaman
Agar komunikasi
terjalin dengan baik dan benar maka pembicara bisa melakukan 3 teknik yang
bergantung dengan situasi :
- Informatif, merupakan cara komunikasi untuk menyampaikan data dan fakta (seperti mengajar dan memberikan laporan kerja)
- Persuasif, komunikasi persuasif dilakukan ketika pembicara tidak hanya menyampaikan fakta tapi juga ingin melakukan perubahan kepada peserta, komunikasi ini bersifat halus, luwes, berupa ajakan atau bentuk rayuan (seperti marketing)
- Kohesif, merupakan cara komunikasi yang bersifat memaksa, adanya sanksi dan perintah (seperti komunikasi yang biasa dilakukan atasan kepada bawahan)
Dalam penyampaiannya
menurut penelitian, manusia mendengar tidak lebih dari 25 menit. Untuk itu,
ketika kalian menjadi pembicara, sampaikan pesan tidak lebih dari 25 ment, lebih
dari itu. Bisa dilakukan sesi diskusi
Hal yang perlu
diingat bahwa Komunikasi itu bukan tentang apa yang kita sampaikan tapi bagaimana
cara kita menyampaikan, hal kecil jika
disampaikan dengan cara yang baik, maka akan menghasilkan hasil yang baik,
sebaliknya meskipun hal besar jika disampaikan dengan cara tidak baik, maka hal
besar itu tidak akan menghasilkan hasil yang baik. Bahkan ada hal lucu yang pernah
disampaikan helmy yahya bahwa pada
kenyataannya semakin tinggi pendidikan seseorang biasanya akan semakin berbelit
belit cara penyampaiannya, maka penting sekali memahami bahwa komunikasi itu
bukan tentang apa yang kita sampaikan tapi bagaimana cara kita menyampaikan
Seorang
pembicara juga harus mengetahui tentang peraturan dasar komunikasi
- Kita harus tau siapa audiences kita (seperti latar belakang dan umur), dalam berbicara, kita tidak dapat menyamaratakan semua orang, karna ketika kita berbicara kita harus menyesuaikan kondisi lawan bicara, seperti dosen yang mengajar mahasiswa semester awal tidak bisa diberi pembendaharaan kata yang sulit seperti dosen ketika mengajar mahasiswa tingkat akhir
- Apa pesan yang disampaiakan (persiapkan kontennya, apa yang hendak kita omongkan, apa keuntungan bagi audiences), pembicaraan akan menjadi menarik jika sebelum dimulai lawan bicara mengerti keuntungan apa yang dia dapat ketika dia mendengarkan kita berbicara, berilah data dan fakta yang mendukung pesan atau materi yang akan dibicarakan
- Latihan, Latihan dan Latihan (siapa orang yang harus puas dengan omongan kita?), pastikan bahwa diri kita adalah orang pertama yang puas dengan pembicaraan yang sudah kita sampaikan barulah kita melihat apakah orang lain puas dengan pembicaraan kita, dengan cara sering melihat pandangan peserta atau lawan bicara, oleh karena itu, seorang pembicara perlu membangun situasi salah satunya bisa dengan berinteraksi di sela-sea kegiatan
Begitulah
ringkasan paparan yang telah disampaikan oleh kak Octian Anugeraha dengan
tema kelas “Why do we need public speaking?”. Siapapun dan apapun latar
belakangmu, kita semua membutuhkan komunikasi, sertiap orang orang bisa menjadi
komunikator yang baik, meningkatkan skill komunikasi dapat meningkatkan nilai
dalam diri kita. Perbanyak membaca, jadilah berani dan jangan pernah bosan
untuk berlatih. SEMANGAT !!! dan SUKSES buat kalian semuaa !!!

Komentar
Posting Komentar